Tips Budidaya Kedondong Cara Sambung Pucuk

Sebagian orang memiliki hobi yang unik, yaitu merawat tanaman yang mungil atau bonsai. Apalagi jika tanaman tersebut memiliki penampilan yang prima. Tentu kita pun akan menjadi betah dan senang dalam merawatnya.

Berbagai jenis tanaman dan buah bisa dijadikan bonsai, salah satunya ialah buah kedondong atau bisa disebut juga kedondong sambung pucuk. Agar kedondong lebih indah, sebaiknya menggunakan kedondong hutan atau kedondong cina untuk dijadikan bonggolnya.

kedondong

Bonggol tersebut nantinya akan disambung pucuk  dengan kedondong bangkok. Bonggol kedondong dengan ukuran 60-80 cm dan tinggi 1,5 m akan tampak seperti mengenakan mahkota karena di ujung batangnya terdapat ranting yang banyak buahnya.

Gunakan bonggol yang beralur-alur agar umurnya nampa tua dengan lingkar batang 60-80 cm. agar penyambungan lebih mudah, potong-potong batangnya sekitar 1-1,5 m dengan menggunakan gergaji mesin.Penggergajian harus sekali jadi dan halus bekas potongannya. Ini sangat menentukan keberhasilan tumbuhnya akar batang bawah. Setelah dipotong, tempatkan di tempat yang terkena sinar matahari penuh, agar bekas luka kering selama 3 hari. Sembari menungu kering, kamu siapkan lubang tanamnya.

Untuk lubang tanamanya, dibuat dengan cara dicangkul dengan kedalaman sekitar 40 cm. setelah itu, tanah dibalik lagi dan diberi campuran pupuk urea dan TSP dengan perbandingan 1:1, sebanyak satu sendok makan untuk 1 batang.

Jika lebih, batang akan kekeringan. Sebelum ditanam, tanah disiram terlebih dahulu. Agar tidak mati, tanam batang dengan cara miring 60° terhadap permukaan tanah.

Agar bonggolnya tidak roboh, gunakan 2 penyangga yang terbuat dari bamboo agar bisa disilangkan. Akar dan tunas akan tumbuh pada bonggolnya setelah satu bulan jika perawatan yang diberikan baik. Perawatan tersebut meliputi perangsangan pada akar dan tunas dengan ZPT dan pupuk daun serta penyiraman satu kali.

Caranya, kira-kira 75% volume cairan ZPT dan pupuk daun itu disemprotkan ke batang dan sisanya disiramkan ke tanah sekitar batang. Untuk penyiraman cukup 2 kali sehari. jika tunas telah bermunculan di bonggol bagian atasnya, persiapkan sambungan dengan kedondong Bangkok.

Caranya dengan memotong kedua tunas dan disambung dengan bentuk potongan huruf V. kemduian ikat dengan plastic dan tutup dengan plastic selama 2 minggu. Jika sudah 2 minggu, beri lubang pada plastic tersebut. Plastic sudah bisa dibuka jika sambungan sudah berusia 6 bulan.

 

Tips Menanam dan Merawat Kaktus

kaktuss

Kata kaktus berasal dari kata caktos yang artinya tanaman berduri. Di Indonesia, tanaman ini sudah cukup lama dikenal. Tanaman yan memiliki batanng yang besar, berbulu dan berduri ini berasal dari Negara meksiko.

Tanaman ini banyak mengandung air sehingga digolongkan kepada tumbuhan sekulen. Untuk mempertahankan hidupnya di daerah yang panas dan kering. Maka kaktus tidak memiliki daun dan dapat menyimpan air pada batangnya. Kaktus salah satu tanaman yang memiliki banyak jenis, dari jenis-jenis kaktus ada terdapat hasil penyilangan spesies.

Diantaranya adalah Notocactus tubiflora cristata atau kaktus kentang, Mammillaria xantina atau disebut kaktus kendil, Gymnocalycium hanovichiivarred cap atau kaktus kepala merah, var black cap atau kepala hitam, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Kaktus dapat dibedakan dari warna batang, bunga dan ukuran durinya. Jika dilihat dari bentuknya, bentuk kaktus ada yang bulat, bulat pipih, silinder hingga yang berbentuk seperti lonceng. Warna batangnyapun beragam. Ada yang putih, ungu, merah, kuning, merah muda dan merah tua. Sedangkan durinya ada yang berwarna, lembut, panjang, pendek, dan yang lainnya. Karena keindahannya itu maka kaktus banyak dibudidayakan, di bawah ini cara budidaya kaktus dan cara menanamnya.

Kaktus harus dibudidayakan di tempat yang sinar matahari dan sirkulasi udaranya baik karena daging kaktus yang tebal akan membusuk jika terlalu banyak air sehingga menjadi lembab. Kaktus dapat diperbanyak melalui biji atau juga dapat dari anakan atau tunas dari menyemai sendiri. Kaktus bisa ditanam di tanah atau di dalam pot.

Jika langsung ditanam ditanah, maka komposisi media tanahnya harus cukup akan tanah liat, humus, dan pasir. Namun, apabila ditanam dipot, media tanam yang digunakan campuran tanah liat, pasir, dan humus dengan perbandingan 2:2:1 dan ditambah bubuk kapur, batu bata dan bubuk tulang untuk menghilangkan rasa asam pada tanah sebab tanah yang kelebihan asam mengakibatkan tanaman tidak dapat tumbuh subur.

Namun, campuran tersebut tidak mutlak karena ada juga tanaman yang tidak dapat tumbuh dengan baik komposisi media ini. Setelah itu, tinggal masukkan biji atau tunahs yang disiapkan di tengah-tengah media. Kaktus akan berbunga setelah usia 3 tahun.

 

Tips dan Cara Mudah Budidaya Ubi Jalar

Untuk membudidayakan ubi jalar, pertama-tama anda harus mengolah tanah yang akan digunakan untuk media tanamnya karena kondisi tanah sangat berpengaruh terhadapat pertumbuhan tanaman sehingga tanah menjadi gembur, subur dan bebas dari hama.

Untuk mengolah tanah, maka anda harus pecahkan dan gemburkan tanah agar sirkulasi air dan udaranya menjadi baik dan lancar. Air dan udara dibutuhkan oleh tanaman termasuk umbi jalar. Pada tanah yang gembur, bibit mudah tumbuh bertunas, akar mudah berkembang dan menembus tanah, dan umbi-umbi pun akan tumbuh tanpa kesulitan. Setelah itu, matikan rumput, gulma dan hama yang berada di dalam tanah.

ubi jalar

Rumput dan gulma serta hama yang mati terpendam dan membusuk dalam tanah justru akan menjadi humus. Ketika sedang mengolahtanah, sebaiknya berikan pupuk kanadng yang dicampur dengan pasir karena tanah yang cocok untuk tanaman ubi jalar adalah tanah yang bercampur pasir. Pasir dicampur dengan kompos dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 2 : 2.

Ubi jalar bisa ditanamm pada lahan sawah. Caranya dengan membiarkan lahan sawah agar kesat dan tidak terlalu basah. Setelah itu, tanah dibajak terlebih dahulu supaya jerami bekas padi tertimbun dan dibiarkan tanah mengalami proses penguapan, biarkan prose situ selama seminggu.

Jika kadar air pada tanah sudah berkurang dan tanah sudah kesat, maka lakukan pecangkulan untuk menghancurkan tanah yang menggumpal karena dibajak sekaligus membersihkan sisa jerami. Setelah tanah gembur dan longgar, maka lakukan pencangkulan kedua dengan tujuan mencampurkan antara pupuk dan pasir pada lahan, dan sekaligus membuat bedengan-bedengan dengan ukuran yang sama seperti di lahan tegalan.

Untuk bibit, anda bisa menggunakan umbinya atau batangnya. Jika yang digunakan umbi, maka gunakan yang berukuran bola tenis. Namun, jika batang yang digunakan maka batang harus berupa potongan-potongan sepanjang 25-35 cm, dengan ruas sekitar 5-6 ruas. Sisakan 2 atau 3 helai daun pada bagian pucuk. Umbi maupun batang yang akan dijadikan bibit harus bebas dari jamur, hama, dan penyakit. Untuk penanaman sebaiknya dilakukan pada bulan Maret atau april dengan masa panen sekitar bulan Juli atau Agustus.

 

Tips dan Cara Mudah Membudidayakan Stroberi

Untuk membudidayakan buah stroberi, biasanya para pekebun buah stroberi melaukanya dengan berbagai cara. Namun, kebanyakan dari mereka lebih memilih untuk membudidayakan buah stroberi dengan cara biji. Untuk membudidayakan stroberi menggunakan biji, maka pertama-tama kamu harus membeli benih stroberinya terlebih dahulu.

Benih bisa didapatkan di toko-toko penyedia bibit tanaman. Setelah kamu mendapatkannya, rendam benih selama 15 menit kemudian angin-anginkan agar kering. Benih yang telang kering kemudian disemai di tempat penyemaian yang sudah dikasih media tanam berupa campuran tanah, pasir, dan pupuk kompos halus yang steril. Dengan perbandingan 1 : 1 : 1.

kebun stroberi

Selanjutnya benih kita semai secara merata di kotak bibit persemaian yang telah kita siapkan kemudian tutup dengan tanah tipis. Setelah itu, tutup permukaannya dengan menggunakan plastic atau kaca bening dan simpan pada temperature 18-20 °C. setelah itu, benih disiram setiap harinya. Bibit bisa dipindahkan ke bedengan sapih jika telah tumbuh daun sebanyak 2 helai. Bibit ditanam di bedengan sapih dengan jarak antarbibit, yaitu 2-3 cm. media tanam bedeng sapih sama dengan media yang digunakan pada persemaian.

Bedengan diberi atap plastic bening. Selama didalam bedengan, bibit diberi pupuk daun. Setelah berukuran 10 cm dan tanaman telah merumpun, bibit siap dipindahkan ke kebun.

Setelah pembibitan dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah mengolah media tanam. Untuk media tanam, kamu bisa menggunakan kebun tanpa plastic mulsa. Untuk kebut yang tidak menggunakan mulsa, maka kedalam lahan harus sekitar 30-40 cm dan diangin-anginkan selama 15-30 hari.

Setelah itu, buah  bedengan berukuran 80×100 cm dan tinggi 30 cm dengan jarak antar bedengan 40×60 cm. sedangkan untuk guludan tanahnya memiliki lebar 40 x 60 cm dan tinggi 30 x 40 cm dengan jarak antar guludan 40 x 60 cm. jika guludan selesai dibuat, beri pupuk 20-30 ton/ha secara merata dan biarkan selamma 15 hari. Jika sudah, storberi sudah bisa ditanam.

Ketika akan ditanam, keluarkan bibit dari polybag beserta media tanamnya. Setelah ditanam, padatkan tanah sekitarnya dan beri pupuk basah dan siram tanah sekitar pangkal batang hingga lembab.

 

Tips Trik dan Cara Jitu Membudidayakan Pandan

Membudidayakan tanaman pandan tidaklah sesulit membudidayakan tanaman padi. Pengolahan media tanam untuk pandan hanya dilakukan ketika bibit pandan akan ditanam. Pandan dapat dipanen setelah satu setengah hingga dua bulan selama 20 tahun.

Untuk membudidayakan pandan, maka langkah pertama yang harus dilakukan ialah mengolah media tanamnya terlebih dahulu. Untuk pengolahan tanah, pertama-tama buat lubang tanah dengan jarak 1 m x 1 m dan berukuran 20 cm x 20 cm x 20 cm.

daun pandan

Setelah itu, setiap lubang tanam diberi pupuk kandang sebanyak 2 kg. setelah diberi pupuk kandang, maka lubang tanam sudah bisa untuk langsung ditanami bibit. Bibit diambil dari tunas tunggal tanaman pandan yang telah menghasilkan. Tunas itu harus berakar gantung karena kalau tidak biasanya tidak mau tumbuh. Setelah penanaman bibit dilakukan, maka langkah selanjutnya ialah pemupukan.

Pemupukan dilakukan tiga bulan setelah masa tanam. Bibit pandan sebaiknya diberikan pupuk buatan dengan dosis 50 gram urea ZA dan 20 gram KCI untuk setiap tanaman atau bibitnya. Selain itu, sebaiknya pemupukan dilakukan setelah penyiangan gulma. Kemudian setelah umur satu tahun diberi pupuk kandang dan pupuk buatan dengan dosisyang sama. Setelah itu, tanaman pandan tidak perlu dipupuk lagi.

Setelah pemupukan, maka selanjutnya adalah perawatan. Tanaman pandan biasanya dapat diserang oleh hama penggerek pucuk. Biasanya, para petani menyebut hama tersebut dengan nama ulam.

Setelah masa tanam selama 3 tahun, kamu bisa melakukan panen untuk pertam kalinya. Namun, untuk panen kedua dan seterusnya panen bisa dilakukan setelah 1,5 hingga 2 bulan dengan kelangsungan panen selama 10 hingga 20 tahun.

Daun pandan yang sudah dipanen sebaiknya diolah sebelum menggulung. Caranya dengan daun dibelah keicl lalu diikat dan lansung direbus sekitar 10 hingga 30 menit. Setelah direbus, daun direndam selama selama menggunakan air dingin lalu dijemur keesokan harinya sampai kering.

 

Tips dan Trik Membudidayakan Kencur

Kencur bisa dibudidayakan di dataran rendah dan datarang tinggi dengan ketinggin 100 hingga 500 m dpl. Media tanamnya adalah tanah lempung berpasir yang subur dan gembur dengan jenis tanah mediterian coklat tua dan grumosol. Kencur harus ditanam di tempat yang terbuka seperti tegalan yang agak miring dengan drainase yang baik agar tidak busuk. Sebab, kencur adalah tanamn yang peka terhadapt penyakit busuk. Namun, kencur juga menyukai huna dengan kisaran 1000 hingga 3500 mm/tahun. Tanaman ini juga membutuhkan sinar matahari yang cukup pada awal pertumbuhannya.

Biasanya, kencur diperbanyak dengan rimpangnya. Sebaiknya rimpang diambil dari tanaman kencur yang sehati dengan usia panen 8 hingga 12 bulan. Ciri-ciri bibit rimpang yang baik adalah yang warnanya mengkilap kecoklatan, tidak lecet, dagingnya alot, tidak berjamur dan tidak memiliki gejala-gejala busuk.

kencur

Bibit rimpang yang sudah dipilih ditempakan selama 2 minggu sampai bibit bertunas di tempat yang lembab dan teduh. Lalu, rimpang dipotong-potong dengan ukuran 3 cm, berat sekitar 8-15 gram dan tunas sekitar 2 hingga 3 mata. Pilih rimpang yang baru mulai tumbuh tunas untuk ditanam, karena akan memberikan hasil panen yang maksimal.

Dalam lahan 1 ha dibutuhkan bibit sebanyak 1-2 ton tergantung jarak tanam. Untuk menghindari serangan cendawan, sebelum bibit ditanam terlebih dahulu direndam dalam larutan Forest, kemudian ditiriskan dan disemprot fungisida seperti Dithane, Dimazeb, Ridomil, atau Manzate, dan bakterisida seperti Agrimycin atau Agrept.

Tanah untuk media tanam harus diolah  ketika awal musim hujan dengan cara dicangkul atau dibajak dengna kedalaman sekitar 25 hingga 30 cm. setelah itu, tanah digemburkan dengan garpu dan dibersihkan dari rumput.

Selanjutnya dibuat bedengan selebar 1-1,5 m dan tinggi 15-20 cm dengan jarak antar bedeng 30 cm. Di antara bedengan itu kemudian dibuat parit sedalam 30 cm untuk menjaga drainase tetap baik. Beri pupuk kandang atau kompos matang menurut arah baris tanaman sekitar 1-2 minggu sebelum tanam dengan dosis 15 ton/ha.

Rimpang ditanam di musin hujan dengan tunas menghadap ke atas pada kedalaman sekitar 7,5 cm dan jarak tanam 20 cm x 20 cm. Setelah tumbuh sempurna, beri urea dengan dosis 150 kg/ha, TSP 100 kg/ha, dan KCI 100 kg/ha, dan pada umur 2-3 bulan diberi pupuk tambahan berupa urea 150 kg/ha. Jika sudah berusia 1-2 bulan, lakukan penyiangan dan semprot fungisida seminggu sekali.

 

Tips dan Cara Budidaya Sawi Putih

Sawi putih dibudayakan pada iklim 19°C – 21°C dengan suhu udara yang tidak terlalu tinggi dan kelembaban udara sekitar 80% – 90%. Sedangkan curah hujannya ialah 1000-1500 mm/tahun karena tanaman sawi tidak menyukai air yang berlebihan atau menggenang.

Untuk media tanahnya, gunakan tanah yang subur, gembur, memiliki kedalaman yang cukupdalam, mudah mengikat air dengan permukaan tanah memiliki ketinggian 1000m dpl. Waktu yang tepat untuk menanam sawi putih adalah pada akhir musim penghujan dan memasuki musim kemarau, biasanya bertepatan pada bulan Maret – April.

sawi putih

Lahan untuk persemaian benih sawi harus mendapatkan sinar matahari yang penuh, dekat dengan sumber air yang bersih dan banyak, dekat dengan rumah atau camp supaya mudah diawasi, tidak jauh dari lahan penananam atau kebun, tidak terkena banjir atau air menggenang, harus subur, gembur, dan dapat menahan air dengan baik serta bebas dari tanaman pengganggu, seperti rumput, sisa-sisa tanaman lain, dan batu-batu kecil.

Jika telah berusia 21-30 hari, bibit bisa ditanam di lahan terbuka. Sawi bisa dibudidayakan melalui bijinya. Untuk mendapatkan bibit yang baik maka disemai terlebih dahulu sebelum ditanam di kebun. Agar mendapat benih yang baik, maka biji yagn digunakan harus utuh, sehat dan tidak tercampur dengan biji jenis lain serta tidak keriput. Tanah untuk lahan sawi harus diolah 3 minggu sebelum digunakan.

Tanah diolah menggunakan mesin traktor atau manual dengan kedalaman 30-40 cm. jika sudah dibajak, biarkan selama seminggu karna tanah akan mengalami oksidasi. Setelah lewat seminggu, tanah dicangkul agar menjadi remah dan rata lalu biarkan selama seminggu. Setelah seminggu, cangkul tipis-tipis sedalam 30 cm sekaligus buat bedengan dan selokan. Ketika bedengan dibuat, beri pupuk juga seperti pupuk kompos atau pupuk hijau. Agar kualitas tanaman baik, pasang mulsa plastic. Jika sudah selesai, penanaman bisa dilakukan.

Tanaman bisa dipindah ke lahan dengan system cabut atau system putaran. Untuk system cabut, bibit dicabut pelan-pelan agar akar tidak rusak. Sedangkan system putaran adalah bibit dicabut dengan tanahnya. Jika tanaman ada  yang tidak sempurna,maka lakukan penyulaman.

 

Tips dan Cara Membudidayakan Kacang Panjang

kacang panjangUntuk membudidayakan kacang panjang, maka hal yang harus diperhatikan pertama kali adalah lahan harus bersih dari rumput, gulma dan sisa-sisa tanaman lainnya yang pernah ditanam di tempat tersebut.

Pembersihan dilakukan dengan menggunakan cangkul atau mesin traktor. Agar tidak menjadi sarang penyakit, sisa tanaman sebaiknya dibakar. Setelah dibersihkan, maka langkah selanjutnya adalah pencangkulan tanah atau penggemburan.

Tujuannya agar tanah yang ada didalam tidak memadat dan terangin-anginkan untuk menghilangkan racun. Setelah selesai biarkan tanah selama 1 minggu. Setelah 1 minggu, Sebaiknya lakukanlah penyisiran tanah dan pengapuran. tanaman kacang panjang harus memiliki keasaman (pH) antara 5,5-6,5. Setelah selesai pengapuran maka biarkann tanah terangin-angin selama 1 minggu.

Setelah itu, butlah bedengan dengan lebar 100 – 120 cm untuk 2 jalur dan 60 – 70 cm untuk satu jalur. Adapun tingginya 30 cm jika di lahan bekas sewah dan 20 cm untuk lahan kering. Tujuannya untuk  tempat penanaman, memudahkan peresapan air hujan maupun air pengairan, memudahkan pemeliharaan tanaman, dan memudahkan pemanenan.

Panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi luas lahan yang ada. Dan untuk lebar parit 40 cm. Selain pengolahan tanah, pemberian pupuk dasar, seperti pupuk kandang, kompos, atau pupuk hijau juga sangat penting. Usahakan untuk memberikan berbagai jenis pupuk ini satu minggu sebelum penanaman.

Selanjutnya ialah sterilisasi tanah menggunakan pestitida untuk mengurangi hama dan penyakit serta memberantas ulat tanah, cacing tanah, gulma, dan cendawan.

Selanjutnya pemasangan mulsa plastic hitam perak dan pengadaan Benih, tanaman kacang panjang diperbanyak dengan biji, maka untuk membudidayakan kacang panjang yang ditanam adalah bijinya. Untuk mendapatkan benih kacang panjang yang siap tanam bisa kita beli di took-toko penyedia benih atau dengan pembibitan sendiri.

Benih sebaiknya diseleksi terlebih dahulu baru kemudian ditanam di lahan. Jarak tanam untuk tanaman kacang panjang adalah 50 cm x 50 cm, 45 cm x 50 cm, 50 cm x 60 cm, dan 50 cm x 30 cm tergantung dari varietas yang akan ditanam. Pengairan dilakukan pada pagi dan sore hari ketika suhu udara dan terik matahari rendah.

 

Inilah Tips Budidaya Tembakau yang Baik dan Benar

Cukup banyak petani yang membudidayakan tembakau. Jika ingin hasil panen tembakau yang optimal, maka tanah yang digunakan harus gembur, mudah mengikat air, memiliki tata air dan udara yang baik, memiliki ketinggin antara 200-3000 m dpl, pH 5-6, suhu udara 21-32 C dengan curah hujan 2000mm/tahun.

 tembakau

Pembibitan Tembakau

Untuk pembibitan, benih harus utuh dengan jummlah 8-10 gram/ha. Untuk media semainya, gunakan tanah yang dicampur dengan pupuk kandang matang yang dicampur natural Glio. Untuk setiap meter persegi media semai, pupuk yang digunakan sebanyak 70 gram DS dan 35 gram ZA lalu isi pada polybag.

Bedeng persemaian diberi naungan berupa dedaunan dengan tinggi atap 1 m pada timur dan 60cm pada barat. Benih direndam dalam POC NASA 5 cc per gelas selama 2 jam lalu keringkan. Agar lembab, kecambah pada baik diberi alas kertas merang.

Setelah 3 hari, benih akan tumbuh dan siap untuk disemaikan.  Media semai harus basah dan benih dimasukkan sedalam 0,5 cm. selama pembibitan, benih harus disemprot POC NASA hingga 30-45 hari. setelah itu, bibit sudah bisa dipindahtanamkan.

Pengolahan Media Tanam dan Pemeliharaan

Untuk mengolah media tanam, lahan harus diberi pupuk kandang dengan dosis 10-20 ton/ha dan dibajak lalu dibiarkan selama seminggu. Buat bdengan dengan lebar dan tinggi 40 cm dengan jarak antar bedeng 100cm. jika tnah masa, lakukan pengapuran. Kemudian siram SUPERNASA dengan dosis 10-15 botol/ha dengan dosis 1 botol SUPERNASA diencerkan dengan 3 liter air. Kemudian bedengan disebar Natural GLIO 1-2 sachet dan dicampur pupuk kandang sebanyak 25-50 kg secara merata.

Ketika ditanam, jarak tanam sekitar 90×70 cm dengan cara membasahi dan menyobek polibag kemudian bibit dibenamkan sedalam leher akar pada waktu pagi atau sore hari. setelah 1-3 minggu penyulaman bisa dilakukan. Setiap 3 minggu sekali lakukan penyiangan.

Untuk pemupukan, dosisnya tergantung varietas dan jenis tanah. Untuk pengairan dan penyiraman maka pengairan diberikan 7 HST = 1-2 lt air/tanaman, umur 7-25 HST = 3-4 lt/tanaman, umur 25-30 HST = 4 lt/tanaman. Pada umur 45 HST = 5 lt/tanaman setiap 3 hari.

Pangkas tunas ketiak daun dan bunga setiap 3 hari sekali. Pangkas pucuk tanaman saat bunga mekar dengan 3-4 lembar daun di bawah bunga.

Pemanenan

Panen dapat dilakukan jika daun telah cukup umur dan berwarna hijau kekuningan. Sebaiknya daun dipetik pada saat cerah, bisa pagi atau sore hari dimulai daru daun terbawah ke atas. Pemetikan dilakukan setelah 3-5 hari sekali dengan jumlah daun tipa tanaman 2-4 helai.

Setiap tanaman dipetik sebanyak 5 kali. Kualitas daun bisa dibedakan yatiu trash (apkiran): warna daun hitam, Slick (licin/mulus): warna daun kuning muda, Less slick (kurang liciin): warna daun kuning (seperti warna buah jeruk lemon) dan More grany side ( sedikit kasar ) : warna daun antara kuning-oranye.

 

Tips Budidaya Rumput Laut

Untuk membudidayakan rumput laut, terdapat 3 metode yaitu metode dasar, metode apung dan sistem botol. Cara memilih dan menerapkan ketiga metode tersebut ialah dengan mempertimbangkan berbagai pertimbangan masing-masing.Salah satunya dengan mempertimbangkan lokasinya.

Jika ingin menerapkan metode dasar, maka Anda harus memilih lokasi yang lunak dan berpasti. Kemudian, pertimbangkan pula produksi yang dihasilkan oleh metode tersebut. Biasanya, metode dasar akan memproduksi rumput laut dengan skala rendah. Bahkan, metode ini rawan diserang oleh predator.

rumput laut

Namun, kelemahan dari  metode ini bisa diperbaiki dengan metode lepas dasar. Namun konsekuensinya, biaya dan waktu yang diperlukan relative lebih besar. Metode yang kedua adalah system apung agar produksi rumput laut jauh lebih meningkat dan tidak diserang oleh serangan predator bulu babi.

Namun, beberapa daerah tertentu seperti Bali yang pantainya merupakan kawasan wisata, tonggak-tonggak untuk budidaya ‘mengganggu’ pemandangan dan aktivitas wisatawan saat berselancar. Sebagai solusi, para petani rumput laut bisa memodifikasinya menjadi system botol agar sesuai dengan kondisi di Bali.

Sistem botol merupakan perpaduan system lepas dasar dan apung. Dengan cara ini produksi yang biasanya hanya 1 ton/100 meter persegi menjadi 5-7 ton/100 meter persegi. Sistem ini merupakan perpaduan metode lepas dasar dan apung.

Dengan system botol. Kelemahan metode apung dan lepas dasar bisa diatasi. Pertumbuhan rumput laut lebih bagus, dan hasil 5-7 ton/100 meter persegi bisa di capai. Untuk membudidayakan rumput laut dengan system botol, ialah dengan menggunakan tonggak-tonggak kayu untuk di tancapkan didasar perairan. Lalu dibentangkan tali ris diantara dua tonggak yang berjarak 5 meter tersebut. Tali ris yang dibentangkan tersbeut dibuat beberapa baris dan sejajar dengan kayu.

Sebaiknya pemasanga tali ris ketika air surut agar petani rumput laut tidak perlu menyelam. Jika tali telah selesai dibentangkan, setiap 50 cm tali-tali itu diikatkan (dibundel) sebagai substrat bagi bibit rumput laut. Agar berdiri tegak, tali diikatkan ujungnya dengan botol plasitk yang berfungsi sebagai pelampung. Setiap tali tegak diikatkan bibit 100 gram dan biarkan tumbuh hingga beratnya 400 gram. Agar lebih terlindungi, sebaiknya lokasi budidaya dipagari dengan jaring.